Rabu, 27 Mei 2015

FINAL PROJECT CB3 - INTERPERSONAL DEVELOPMENT (PERT-3 PENYULUHAN KEBERSIHAN MAKANAN YANG DIJUAL OLEH PEDAGANG DI DAERAH KEMANGGISAN )


Pertemuan ketiga adalah hari selasa juga dan pada tanggal 14 April 2015 saya pun datang untuk ketiga kalinya untuk melakukan penyuluhan kebersihan pedagang , dan tidak lupa saya masih membawakan minyak goreng untuk isyarat agar pedagang mengganti minyak yang dipakai dan tidak dipakai berulang-ulang . Dan disini kami pun membahas tentang penjualan dan bagaimana perkembangannya , dan tampak satu ember air ditutup rapat di sebelah gerobak dan diberitahu oleh penjualnya itu ialah air masak yang dimasak sendiri oleh penjual , saya pun sangat senang mendengarnya, apa yang saya sampaikan dalam penyuluhan kebersihan kedua ditanggapi secara positif oleh pedagang batagor tersebut.
Dan dipertemuan kali ini saya akan membahas kebersihan yang dilakukan oleh pedagang , dari cara membuat kuah kacang dan lain-lain karna pedagang membuat kuah kacang itu dirumah jadi kita tidak tahu bagaimana prosesnya , apakah bersih, apa saja bahan dipakainya dan lain-lain. Dan terlihat disana ada sebuah ember kecil untuk mencuci piring batagor tersebut , tidak memakai sabun dan air di ember tersebut sudah tidak jernih karna dicuci untuk berulang-ulang , rupanya pedagang batagor ini juga membawa 1 buah ember besar untuk air mentah , untuk sering mengganti air tersebut jika sudah kotor , tetapi pedagang tersebut tidak mencuci piring dengan sabun dikarenakan sabun sekarang sudah mahal dan menggunakan banyak lebih banyak air ,dan pastinya juga lebih kurang menguntungkan.
Maka saya pun menjelaskan bahwa lebih baik mencuci piring dengan sabun karna dengan menggunakan sabun piring akan lebih bersih tidak perlu membeli sabun besar , beli saja yang refill yang kecil , itu sudah bisa mencuci banyak piring bahkan bisa dipakai untuk berhari-hari . Lalu pun pedagangnya juga memberitahu bahwa mulai besok iya akan mencoba memakai sabun untuk mencuci piring. Dan saya juga menjelaskan kebersihan dari semuanya pasti akan mendapat benetif atau nilai plus dari pembeli dan menambah banyak pelanggan-pelanggan. Dan pedagang ini termasuk banyak pelanggan dan pembeli karna dengan rasa batagornya yang enak dan gurih ditambah kuah kacangnya yang enak . Saya pun mengakuinya karna saya mencoba nya pada pertama kali survey .



Dan saya pun lebih banyak membahasa dalam sehari bisa menghabiskan berapa banyak batagor dan lain-lain . Pedagang batagor ini mengaku dalam sehari ia bisa menjual 2 ember besar adonan batagor , beberapa kotak otak-otak , beberapa kotak pangsit goreng dan masih banyak lagi dan pastinya pembeli dan pelanggan tetapnya pasti banyak karna waktu saya datang untuk melakukan penyuluhan kebersihan kepada pedangang batagor ini, kerap sering kali ia kwalahan karna banyaknya pembeli . Dalam penyuluhan kerbersihan kali ini saya lebih banyak bercerita tentang dalam menjaga kebersihan dan lain-lain . Mulai dari jika ingin berdagang , pastinya ia harus membersihkan kaca gerobak , lalu ditambah mengelap tempat jualnya barulah disambung dengan minyak yang sering diganti , menggunakan air masak dan sebagainya .

Saya pun berpamitan untuk pulang karna hari yang semakin sore dan pelanggan yang semakin banyak berdatangan dan pastinya pedagangnya lebih sibuk . Dan saya juga memberitahukan bahwa minggu depan saya akan datang lagi sekaligus pertemuan yang terakhir .

FINAL PROJECT CB3 - INTERPERSONAL DEVELOPMENT (PERT-2 PENYULUHAN KEBERSIHAN MAKANAN YANG DIJUAL OLEH PEDAGANG DI DAERAH KEMANGGISAN )

Pertemuan kedua adalah pada tanggal 7 April 2015 , saya pun datang kembali ke pedagang batagor ini dan melakukan penyuluhan kebersihan untuk kedua kalinya . Pertama saya datang , pedagang tersebut terlihat sibuk mengoreng batagor yang akan sekarang dijualnya , akhirnya pun berbincang-bincang dengan pedagang batagor tersebut sembari ia menggoreng dan tidak lupa saya kembali membawa minyak goreng untuk pedagang batagor yang saya pilih ini sembari mengingatkan kembali bahwa minyak goreng yang dipakai ini harus sering diganti-ganti karna saya masih melihat minyak goreng yang digunakan masih berwarna gelap atau mungkin masih digunakan berulang kali . Lalu pertemuan penyuluhan kali ini saya akan membahas air yang digunakan untuk membuat adonan , apakah air mentah ataukah air masak .
Disini saya membicarakan sekilas tentang penjualan saya pun langsung menanyakan apa inti dari pembicaraan tersebut ,  saya pun menanyakan apakah air yang dipakai untuk adonan itu adalah air masak atau mentah , dan begitupun dengan kuah batagor yang digunakan untuk penyedap batagor tersebut . Lalu pedagangnya pun menjelaskan bahwa jika kuah kacang itu air mentah tetapi dimasak dengan kacang yang sudah digiling dan alhasil kuah kacang itu pasti menggunakan air yang masak akrna harus dimasak  terlebih dahulu , tetapi  beda halnya dengan adonannya. Adonan batagor tersebut menggunakan air mentah dengan alasan adonan lebih banyak membutuhkan air dan harga air galon juga mahal , begitupun juga air yang dimasak sendiri , membutuhkan gas dll , memakan waktu yang lama dan mengeluarkan lebih banyak biaya untuk air masak .

Lalu saya pun menjelaskan efek-efek air mentah yang akan dirasakan oleh konsumen, memang efeknya tidak langsung , tetapi dalam jangka waktu yang lama tai sangat berisiko , konsumen yang selalu mengonsumsi air mentah akan merasakan sakit maag , apalagi air mentah tersebut berasal dari air PAM , lain halnya air mentah di penggunungan ataupun air air mentah dalam tanah atau air sumur tetapi alangkah baiknya air tersebut dimasak terlebih dahulu untuk mengurangi risiko membahayakan konsumen , pedagang tersebut pun mengakui bahwa ia tidak tahu dampak dari air mentah yang jika dikonsumsi terus-menerus , dan saya hanya memberikankan sedikit nasihat jika berdagang bukan lah semata-mata hanya melihat dari keuntungan penjualnya saja , hanya ini yang kami bahas dalam pertemuan kedua penyuluhan kebersihan pedagang dikarenakan sibuknya pedagang.

FINAL PROJECT CB3 - INTERPERSONAL DEVELOPMENT (PERT-1 PENYULUHAN KEBERSIHAN MAKANAN YANG DIJUAL OLEH PEDAGANG DI DAERAH KEMANGGISAN )

Nama saya Dewi Julita ,1701301422  jurusan Teknik Informatika Binusian 2017 , kelas LA16 pada semester 4 ini saya mendapatkan mata kuliah CB3 - Interpersonal development yang mewajibkan kita untuk melakukan kegiatan penyuluhan terhadap komunitas rentan . Dan disini saya dan kelompok saya memilih melakukan penyuluhan kebersihan terhadap makanan yang dijual oleh para pedagang di sekitar daerah Kemanggisan .
Kegiatan yang kami pilih yakni adalah penyuluhan  kebersihan pedagang karna menurut kelompok kami masih rentan pedagang-pedagang yang kurang menjaga kebersihan jualannya. Berawal dari survey yang tepatnya pada hari Selasa tepatnya pada tanggal 24 Maret 2015 kami mensepakati untuk mensurvey beberapa pedagang yang telah kami pilih . Kami pun mendatangi satu-persatu pedagang yang kami pilih dan berawal dari saya dan pedagang saya pilih . Saya menanyakan tentang nama pedagang, awal penjualannya , tinggal dimana , apakah keseharian-hariannya hanya menjual batagor , pertama kali berawal menjadi pedagang batagor dan lain-lain .
Akhirnya saya pun menjelaskan maksud kedatangan saya , untuk apa saya survey pedagang , dan menanyakan apakah pedagang tersebut siap untuk kami lakukan penyuluhan selama sebulan dan sekali dalam seminggu dan pastinya kami akan selalu memantau kebersihan tersebut .Akhirnya disetujui oleh pedagang batagor yang saya pilih ini dan saya akan memulai penyuluhan kebersihan ini minggu depan .
Kegiatan yang kelompok kami lakukan 4 kali dengan setiap kali tatap muka dengan pedagang sekitar 2 jam . Setelah survey kami langsung menjanjikan dalam seminggu sekali kami akan datang melihat proses dan melakukan penyuluhan kebersihan lagi dan disetujui oleh pedagang-pedagang yang kami pilih .
Pada tanggal 31 Maret ada penyuluhan kami yang pertama, saya membeli minyak beberapa liter untuk pedagang terserbut , inisiatif saya memberi minyak itu merupakan salah satu simbol sosialiasi  kepada pedagang batagor ini karna mengajari beliau untuk selalu memakai minyak yang baru. Disini saya juga memberitahukan bahwa dengan mengoreng batagor dengan minyak yang dipakai berulang-ulang dampaknya sangatlah tidak bagus buat kesehatan , bisa menyebabkan penyakit jantung . Disitu saya banyak menceritakan minyak-minyak jelantah yang sering dipakai pedagang gorengan yang menyebabkan gorengannya sepi. Dan pedagang batagor juga menjawab minyak jelantah yang dipakai kembali pasti di filter, namun tetap saja walaupun cara filterisasi dilakukan minyak tersebut sudah tidak ada protein dan bisa menyebabkan penyakit jika dipakai berulang-ulang demi penghematan semata sedangkan bila minyak yang diganti terus-menerus juga memberikan keuntungan positif terhadap penjual dan pembeli walaupun dalam keuntungan biaya menggunakan minyak jelantah keuntungannya lebih banyak . Pertemuan pertama hanya membahas tentang minyak yang dipakai untuk berjualan karna penjual juga sibuk menggoreng makanan yang dijual dan juga karna pelanggan yang membeli batagor.